Rebo wekasan atau rabu terkahir adalah nama hari rabu terakhir pada bulan safar keistimewaan rebo wekasan atau rabu terakhir ini adalah karena inilah hari satu-satunya yang tidak tergantung pada hari pasaran atau neptu untuk melakukan suatu upacara adat. Catatan dalam adat kejawen hari pasaran atau neptu adalah sangat penting demi keselamatan dan berkah dari acara kecuali pada hari ini (rebo wekasan atau rabu terakhir). Konon katanya pada hari rebo wekasan atau rabu terakhir adalah hari datangnya 320.000 sumber penyakit dan marabahaya 20.000 bencana. Maka rata-rata upacara yang dilaksanakan pada hari ini adalah tolak bala. Dan biasanya pada hari rabu terakhir dibulan safar ini selalu diadakan kegiatan upacara adat.
Contoh-contoh upacara adat pada hari rebo wekasan atau rabu terakhir di tanah jawa.
Contoh-contoh upacara adat pada hari rebo wekasan atau rabu terakhir di tanah jawa.
- Sedekah ketupat, sidekah kupat di Dayeuhluhur Cilacap.
- Acara rebo pungkasan Wonokromi, Pleret, Bantul, Yogyakarta.
- Ngirab di daerah Cirebonan
- Safaran dibeberapa daerah
- Dan banyak orang muslim tertentu yang melaksanakan sembahyang tertentu.
Di Desa Singawada sendiri upacara adat yang selalu diadakan tiap hari rebo wekasan atau rabu terkhir adalah sembahyang tolak bala, bisa dilakukan di rumah, mushola atau mesjid. Ada keunikan lain dalam upacara adat rebo wekasan tersebut yaitu warga masyarakat Desa Singawada ini selalu membuat kue apem. Tidak cuma di Singawada bahkan di desa-desa lain yang ada di Kota Majalengka ini selalu membuat kue apem karena kue apem ini sudah menjadi tradisi disaat menyambut rebo wekasan atau hari rabu terakhir di bulan safar.
Setelah melaksanakan shalat tolak bala, para warga ini melakukan doa bersama yang dipimpin oleh kiai, tujuan doa tersebut agar kita semua bisa terhindar dari sumber penyakit dan marabahaya. Terakhir dari kegiatan rebo wekasan ini warga masyarakat desa mengambil air yang sudah didoakan oleh kiai. Air tersebut bisa diminum dengan harapan kita yang meminumnya bisa terhindar dari marabahaya.
Sumber : wikipedia


No comments:
Post a Comment